Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Faktor K3

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan faktor penting dalam sebuah pekerjaan. Dengan adanya K3 keselamatan serta kesehatan di tempat kerja akan lebih terjamin. Para pekerja atau karyawan akan lebih merasa aman dan nyaman dengan ada pelaksanaan K3. Walaupun sistem K3 penting di sebuah perusahaan ataupun tempat industri, namun masih banyak pihak yang mengabaikan K3. Prosedur K3 sering kali diabaikan karena kurangnya kesadaran mengenai K3.

Kenapa banyak perusahaan mengabaikan K3? Hal ini dikarenakan pelaksanaan K3 dianggap mengeluarkan biaya yang besar. Namun pada dasarnya pelaksanaan K3 sangat menguntungkan dan bahkan bisa menekan biaya agar tidak ada pengeluaran yang besar. Sistem K3 menjadi langkah paling tepat untuk melakukan penghematan biaya dan meningkatkan angka produktifitas. Pelaksanaan K3 di sebuah perusahaan mampu menekan biaya kesehatan ataupun kecelakaan bagi para tenaga kerja.

Demi berjalannya prosedur K3 disebuah tempat kerja maka pemerintah mengeluarkan peraturan khusus untuk membahas K3 ini. Pemerintah mengeluarkan aturan K3 dalam Pasal 3 Ayat 1 Undang Undang No 1 Tahun 1970. Isi dari peraturan tersebut menyangkut segala hal mengenai pelaksanaan K3 di perusahaan. Setiap perusahaan yang ingin melaksanakan sistem K3 maka bisa melakukan konsultasi K3 demi tercapainya tujuan dengan sempurna. Bagi perusahaan atau tempat kerja yang mengabaikan K3 maka bisa dikenai sanksi sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Untuk memahami K3 lebih baik maka perlu mengenal pengertian, tujuan, prinsip, serta faktor dari K3.

Pengertian dan Tujuan K3

Pixabay.com

K3 sering kali dianggap sebagai upaya perlindungan yang ditujukan kepada seluruh orang di tempat kerja agar bisa selamat dan dalam keadaan yang sehat. Tidak hanya menjamin keselamatan orang saja, K3 juga merupakan sumber produksi yang bisa digunakan secara aman dan juga efisien. Pengertian K3 ini merupakan pendapat dari Kepmenaker Nomor 463/MEN/1993.

Pengertian dari K3 juga dijelaskan melalui beberapa pendapat para ahli lainnya. Berbagai pengertian dari K3 tersebut semuanya mengacu pada satu kesimpulan yang sama. K3 merupakan sistem atau prosedur kerja yang harus diterapkan seluruh perusahaan ataupun berbagai industri. Penerapan K3 tidak lain adalah menjaga keselamatan para tenaga kerja serta mampu meningkatkan produktifitas perusahaan.

Tujuan dari pelaksanaan K3 ini sangat berkaitan dengan berbagai aspek seperti mesin, peralatan, tempat kerja, dan lingkungan kerja. Keberadaan K3 dianggap mampu mencegah kecelakaan dan penyakit yang disebabkan karena bekerja. Tujuan dari K3 tersebut mampu melindungi para tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Tujuan dari K3 juga disampaikan oleh Mengkunegara (2004).

Tujuan dari K3 tersebut ialah menjamin seluruh pegawai agar tetap selamat dan sehat secara fisik, sosial, maupun psikologis. Tujuan lain K3 adalah membuat hasil produksi bisa terpelihara dengan baik. Setiap perlengkapan dan peralatan untuk kerja juga bisa dijaga dengan lebih baik dengan adanya penerapan K3 ini. Pada intinya tujuan dari K3 ini adalah membuat para pegawai bisa merasa lebih aman dan terlindungi saat bekerja.

Prinsip dan Faktor K3

Pixabay.com

Memahami K3 menjadi bagian terpenting dalam dunia kerja. Setiap pekerjaan memiliki resiko kecelakaan kerja yang berbeda Рbeda. Kecelakaan kerja tidak hanya merugikan para tenaga kerja saja namun juga bisa merugikan pemilik perusahaan. Akan ada banyak pengeluaran biaya untuk masalah kecelakaan kerja ketika terjadi. Demi bisa menekan biaya kecelakaan kerja tersebut maka sebaiknya perusahaan mulai menerapkan K3.  Menerapkan K3 telah dianjurkan oleh pemerintah dan jika ada yang mengabaikan K3 ini maka bisa dikenai sanksi sesuai peraturan.

K3 dijelaskan melalui beberapa poin. Poin pertama adalah mengenai lingkungan kerja. Lingkungan kerja ini menyangkut beberapa hal seperti ventilasi, suhu, situasi, dan penerangan di tempat kerja. Poin ke dua adalah alat kerja dan juga bahan. Poin kedua ini menyangkut alat kerja serta bahan yang dibutuhkan dalam memproduksi barang. Poin ke tiga adalah melakukan pekerjaan. Setiap bagian produksi memiliki cara yang berbeda dalam hal pekerjaan. Alat perlindungan diri yang dibutuhkan setiap karyawan satu dengan yang lain juga berbeda disesuaikan dengan kebutuhan. Disamping itu semua K3 juga memiliki berbagai prinsip yang cukup penting.

Prinsip menjalankan K3 ini meliputi beberapa hal. Prinsip K3 ini meliputi Alat Perlindungan Diri (APD) untuk semua pekerja. Selain itu prinsip K3 ialah sebagai petunjuk dari penggunaan alat ataupun isyarat bahaya. K3 juga menjadi pedoman dalam pembagian tugas serta tanggung jawab. Prinsip K3 juga mengatur mengenai kelengkapan kesehatan baik jasmani maupun rohani. Perusahaan juga harus menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap di tempat kerja sesuai dengan prinsipnya.

Faktor yang mempengaruhi K3 ini bisa berupa beban kerja. Beban kerja bisa berupa fisik, sosial, dan mental dalam menempatkan para pekerja sesuai kemampuannya. Faktor lain mempengaruhi K3 adalah mengenai kapasitas kerja. Kapasitas kerja ini bisa disesuaikan dengan keterampilan, ukuran tubuh, pemenuhan gizi, dan kesegaran jasmani. Sedangkan untuk faktor terakhirnya sendiri adalah mengenai lingkungan. Lingkungan kerja ini bisa berupa faktor fisik, ergonomik, kimia, dan juga biologik. Itulah beberapa faktor yang bisa mempengaruhi prosedur K3.