Pengertian, Contoh Teks Anekdot dan Strukturnya

Apakah kamu pernah mendengar teks anekdot? Teks anekdot pada dasarnya menjadi salah satu bahasan menarik yang ada pada topik Bahasa Indonesia. Sering kali teks anekdot dijumpai di media-media bahkan dari masa kejayaan media cetak. Contoh teks anekdot dan strukturnya juga bisa kamu temukan di banyak forum di media sosial saat ini.

Apabila kamu masih belum memahami mengenai teks anekdot, kamu bisa melihat beberapa contoh dari teks anekdot agar bisa mendapat gambaran yang sesuai. Tentunya kamu juga harus memahami mengenai pengertian dari teks anekdot terlebih dahulu. Artikel ini akan membahas mengenai teks anekdot secara lebih singkat yang dikutip dari laman web https://cimacnoticias.com/.

Mengenal Contoh Teks Anekdot Berserta Dengan Strukturnya

Untuk mengenal teks anekdot, tentu kamu harus memahami juga pengertian dari teks anekdot itu sendiri. Selain itu, kamu juga diharuskan untuk membaca contoh teks anekdot beserta dengan strukturnya agar lebih mudah untuk memahaminya. Kamu bisa menemukannya di berbagai media sosial kesayanganmu.

Pengertian Teks Anekdot

Secara garis besar, teks anekdot merupakan sebuah cerita singkat yang isinya mengandung komedi, tetapi mengandung juga kritikan mengenai suatu hal. Seringkali teks anekdot ini membahas seputar isu-isu terkait lingkungan sosial di masyarakat maupun negara.

Teks anekdot sendiri tidak hanya berbentuk sebuah cerita monolog semata, melainkan bisa berupa dialog antara beberapa tokoh untuk membahas suatu kritikan tertentu. Inti dari teks anekdot bukan hanya menjadi sebuah lelucon belaka, melainkan mengandung suatu pesan moral tertentu maupun suatu argumen penting terhadap hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat secara umum.

Struktur Teks Anekdot

Struktur yang digunakan oleh teks anekdot sendiri akan terlihat berbeda dibandingkan dengan jenis teks lainnya. Tentunya susunan yang sesuai akan membuat efek dari teks anekdot ini bisa bekerja dengan sempurna. Struktur yang digunakan oleh teks anekdot yaitu:

  1. Abstraksi

Struktur pertama yang harus dimunculkan dalam teks anekdot adalah sebuah abstraksi. Pada tahap ini teks anekdot akan mulai memberikan gambaran singkat mengenai garis besar teks sehingga para pembaca bisa membayangkan dengan sempurna.

  1. Orientasi

Tahap selanjutnya yang harus ada dalam sebuah teks anekdot adalah orientasi. Pada tahap ini akan dimunculkan latar belakang dari cerita sehingga awal kejadian dari cerita akan dimulai di tahap ini.

  1. Krisis

Lanjut ke bagian pokok dari anekdot adalah krisis. Pada tahap krisis, akan diceritakan mengenai sebuah kisah yang menarik mengenai inti dari permasalahan yang coba penulis utarakan.

  1. Reaksi

Masih berhubungan dengan krisis, ada strujtur yang dinamakan dengan reaksi. Pada tahap ini akan digambarkan bagaimana upaya penyelesaian masalah yang tepat. Bagian ini juga merupakan hal yang coba ditawarkan oleh penulis dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.

  1. Koda

Koda merupakan bagian penutup dari teks anekdot ini.

Contoh Teks Anekdot

Sekolah dengan Taraf Internasional

  1. Bagian abstraksi

Pada suatu pagi di sebuah sekolah yang sedang berkembang

  1. Orientasi

Pada pagi hari itu hadir sosok Bu Rohmah. Bu Rohmah sendiri merupakan seorang guru bahasa indonesia yang sudah cukup lama mengajar. Beliau mengumumkan ke seluruh siswa di kelas X sebuah SMA favorit di ibu kota bahwasanya SMA tersebut akan naik kelas menjadi sebuah sekolah Sekolah Berstandar Internasional, alias SBI. Mayoritas siswa tentu menyambut riang hal tersebut, namun tidak dengan Ica. Dia marasa jika SBI justru hanya akan membuat anggaran untuk biaya sekolah menjadi semakin mahal. Tentunya bukan sebuah rahasia umum bahwa sekolah dengan predikat SBI akan membebankan tarif yang cukup tinggi.

  1. Krisis

Bu Rohmah yang merasa heran dengan jawaban Ica itu pun akhirnya menanyakan kembali mengenai hal tersebut. Ica menjawab bahwa dia hanya berpikiran realistis. Tentunya dia melihat fakta di lapangan bahwa rata-rata SMA dengan predikat SBI memang cukup mahal bila dibandingkan dengan sekolah dengan predikat Sekolah Standar Nasional atau SSN.

Mendengar jawaban tersebut, Bu Rohmah tentu menjelaskan bahwa hal tersebut memang benar adanya. Meskipun begitu, perlu digaris bawahi bahwa yang akan mendapatkan kebaikan tetaplah para siswa di SMA tersebut. Hal tersebut karena SMA yang berpredikat SBI akan memiliki standar yang sama dengan sekolah di luar negeri.

Jawaban tersebut tidak membuat Ica puas. Dia justru merasa bahwa sekolah dan siswa dari SMA tempat dia belajar belum siap untuk menjadi sebuah sekolah SBI. Dia sendiri akhirnya melontarkan sebuah pernyataan bahwa SBI yang dimaksud mungkin adalah “Sekolah Bertarif Internasional” yang menurutnya masih lebih logis dan realistis.

  1. Reaksi

Mendengar jawaban logis dari Ica menjadikan Bu Rohmah hanya bisa terdiam sambil tersenyum saja. Bu Rohmah tidak bisa membalasnya karena memang cukup logis juga perkataan muridnya ini.

  1. Koda

Untuk membuat suasana kelas menjadi lebih kondusif, akhirnya Bu Rohmah langsung saja membuka kelas Bahasa Indonesia dengan tujuan agar kelas kembali ke suasana yang kondusif.

Demikianlah artikel singkat mengenai contoh teks anekdot dan strukturnya, Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kamu dalam memahami teks anekdot.