Skip to content

Ciri-ciri Haji yang Mabrur

  • by

Haji merupakan salah satu ibadah yang menjadi impian umat muslim di seluruh dunia. Salah satu indikator diterimanya ibadah haji adalah mabrur. Namun, tahukah kamu apa ciri-ciri haji yang mabrur?

Table of Contents

Inilah Ciri-ciri Mabrurnya Haji

Pada dasarnya, ciri-ciri haji yang mabrur tidak bisa dilihat hanya dengan sekilas saja. Haji yang mabrur hanya Allah SWT yang tahu. Namun, kamu tentu memahami juga bahwa ada indikator yang bisa kita coba untuk menyempurnakan ibadah haji.

Pengertian haji mabrur

Sebelum lebih jauh membahas mengenai ciri-ciri mabrurnya haji, pahamilah pengertiannya terlebih dahulu. Haji mabrur merupakan indikator ibadah haji yang telah diterima oleh Allah SWT. Tentunya haji mabrur ini didapat karena keseriusannya dalam melaksanakan haji.

Balasan dari haji mabrur

Haji mabrur sendiri memberikanmu keuntungan berupa pahala yang banyak. Allah SWT. Sendiri sudah menjelaskan melalui HR Bukhari bawasannya balasan yang didapatkan dari haji mabrur adalah kenikmati surge setelah meninggal nanti.

Jika melihat pernyataan tersebut, sudah sepantasnya kita berusaha membuat ibadah haji yang dilakukan mabrur. Tentunya jika tidak bisa mendapatkan haji mabrur, seluruh kegiatan yang dilakukan hanya sia-sia dan membuat rasa lelah saja.

Kriteria haji yang mabrur

Kriteria haji yang bisa dikatakan mabrur memang hanya Allah SWT yang tahu. Akan tetapi, ada beberapa kriteria umum yang bisa menjadi acuan diterimanya haji. Kriteria tersebut bisa kamu ketahui pada saat mengerjakan ibadah haji dan setelah ibadah haji tersebut selesai dilakukan.

Pertama, haji mabrur merupakan ibadah haji yang tidak mengandung unsur kemaksiatan di dalamnya. Tentunya, sebagai jemaah haji haruslah paham dan menaati seluruh pedoman yang harus dilakukan pada saat melaksanakan ibadah haji tersebut.

Kedua, ibadah haji yang mabrur merupakan ibadah haji yang sudah diterima dan mendatangkan pahala yang besar. Umumnya, orang yang hajinya sudah diterima akan berusaha memperbaiki perilakunya selama di dunia dan tidak mengulangi kemaksiatan yang dilakukan sebelumnya.

Ketiga, haji yang mabrur tidak akan mengandung unsur riya dalam pelaksanaannya. Tentunya kamu sudah paham mengenai kriteria riya tersebut. Untuk itu, sudah sepantasnya untuk kamu berusaha dengan maksimal agar hajimu terhindar dari unsur riya agar hajinya bisa diterima.

Keempat, haji mabrur sama sekali tidak mengandung unsur kemaskiatan pada saat pelaksanaannya. Bahkan, kamu tidak diperkenankan berhubungan dengan istrimu pada saat pelaksanaan serangkaian ibadah haji.

Mengenai beberapa kriteria di atas memang bukan menjadi acuan yang pasti mengenai diterimanya ibadah haji. Namun, usahakan kamu bisa melakukan beberapa kriteria di atas agar ibadahmu menjadi diterima oleh Allah SWT.

Tanda mabrurnya haji

Bersumber dari hadis, pada dasarnya ada beberapa tanda mabrurnya haji. Tanda tersebut tentunya belum tentu bisa terlihat dengan jelas. Akan tetapi, ini bisa menjadi pertanda bahwa haji yang kita lakukan bisa mendekati sempurna.

Tanda yang pertama adalah santun. Santun sendiri dalam hal ini berkaitan dengan tutur kata dan perilaku. Untuk itu, jika setelah pulang dari ibadah haji orang tersebut menjadi lebih santun, insya allah ibadah hajinya diterima oleh Allah SWT.

Tanda yang kedua adalah menebar kebahagiaan. Sebagai manusia suda sepantasnya sesama manusia bisa berbagi kebahagiaan. Untuk itu, usahakan agar kamu selalu bisa berbagi kebaikan di mana saja dan kapan saja kamu berada.

Ketiga, orang yang hajinya diterima biasanya memiliki kepedulian yang tinggi. Salah satu indikator bahwa kamu memiliki kepedulian yang tinggi adalah bisa berbagi dengan sesama manusia. Untuk itu, tidak ada salahnya kamu memupuk kebiasaan tersebut sehari-hari.

Hal yang perlu diperhatikan

Pada dasarnya predikat mabrur ini hanyalah Allah SWT yang tahu dan berhak menerimanya. Untuk itu, sebagai manusia hendaknya selalu berikhtiar dan bertawakal agar ibadah hajinya bisa diterima dengan baik dan benar.

Selain itu, kebiasaan baik hendaknya mulai ditanamkan jauh-jauh hari sebelum berangkat ke tanah suci. Tujuannya adalah agar kamu bisa mulai terbiasa dengan hal-hal baik yang tidak mengarah dengan keburukan setiap harinya.

Sebagai seorang manusia, wajar jika kamu melakukan kesalahan. Namun, pada saat melaksanakan ibadah haji sebaiknya hilangkanlah kesalahan tersebut agar tidak membuat pahala haji yang didapatkan menjadi berkurang.

Berkaitan dengan hal tersebut, cara yang paling benar untuk melatih perbuatan kita adalah membiasakan diri. Biasakanlah sebelum berangkan haji untuk menjauhi maksiat dan perbuatan lain yang dilarang dalam agama.

Kesimpulan

Pada dasarnya segala haji mabrur merupakan hak yang dimiliki oleh Allah SWT untuk menerima ibadah haji para hambanya. Untuk itu, sudah sepantasnya sebagai seorang muslim untuk membuat ibadah hajinya bisa diterima oleh Allah SWT.

Mengenai cara untuk bisa menyempurnakan ibadah haji sudah dibahas dalam pelajaran agama dan dijelaskan melalui Al-Qurโ€™an dan Hadist. Untuk itu, sudah sepantasnya kamu mempersiapkan segala sesuatunya dari sebelum keberangkatan haji tersebut.

Demikianlah artikel singkat, padat, dan jelas mengenai ciri-ciri haji yang mabrur. Semoga artikel ini bisa menambah wawasanmu mengenai banyak hal yang berkaitan dengan haji. Selain itu, pastikan kamu segera menabung untuk Biaya Haji Plus dan berusaha untuk berangkat ke tanah suci di waktu yang tepat. Aaamin.

Tags: